Panduan pemberian susu lewat selang

Panduan OGT 📖

Menyusui aman, mengurangi gumoh, mencegah selang salah posisi

🚨 HENTIKAN pemberian susu dan cari bantuan segera jika:

Jika bayi sesak atau membiru: berhenti memberi susu, miringkan kepala/badan bayi ke samping, tepuk lembut punggung bila ada cairan di mulut, lalu segera ke IGD / hubungi 112 (atau 119). Jangan menunggu.

✅ Checklist sebelum & sesudah susu

Centang satu per satu setiap kali memberi susu. Centang tidak disimpan.

Sebelum
Sesudah

Selang yang salah posisi (masuk saluran napas) adalah risiko paling berbahaya. Cek setiap kali sebelum susu dimasukkan, bukan hanya sekali sehari.

  • Tanda garis: saat selang dipasang tenaga kesehatan, catat angka cm di bibir. Sebelum susu, angka harus sama.
  • Cek mulut: senter kecil, pastikan selang lurus ke belakang tenggorokan dan tidak melingkar di dalam mulut.
  • Tarik cairan lambung: sambungkan spuit kosong, tarik pelan. Cairan susu/bening/kuning menunjukkan selang di lambung. Cairan sedikit atau tidak ada bukan bukti aman, jangan lanjut jika ragu.
  • Kertas pH (jika diberikan perawat): cairan lambung asam. Ini lebih dapat diandalkan daripada mendengarkan bunyi udara.
  • Jangan hanya mengandalkan bunyi “krek” saat meniup udara lewat selang atau melihat gelembung di air. Cara itu tidak dapat dipercaya.
  • Pantau bayi: bila ada batuk, tersedak, atau membiru saat susu mengalir, tutup selang dan hentikan.
  • Jangan memberi susu bila selang tampak bergeser, plester lepas, atau Anda ragu. Hubungi perawat/dokter atau ke IGD.

  1. Cuci tangan. Siapkan susu (ASI perah/formula) yang hangat suam-suam kuku dan spuit bersih.
  2. Posisikan bayi semi-duduk atau digendong tegak miring, kepala lebih tinggi dari perut.
  3. Lakukan pengecekan posisi selang (bagian 1).
  4. Bila diinstruksikan dokter, bilas awal dengan sedikit air matang/steril.
  5. Lepas pendorong spuit, sambungkan spuit ke selang. Tuang susu pelan ke spuit (cara gravitasi).
  6. Angkat spuit sekitar setinggi dada/kepala bayi hingga sedikit di atasnya, jangan terlalu tinggi. Susu harus mengalir perlahan; turunkan spuit bila terlalu cepat.
  7. Waktu yang umum: 15–30 menit per kali susu (ikuti anjuran dokter). Jangan mendorong dengan pendorong spuit kecuali diajarkan.
  8. Tambahkan susu sebelum spuit kosong agar udara tidak masuk ke lambung.
  9. Setelah habis, bilas dengan air sesuai takaran, lalu klem/tutup ujung selang.
  10. Catat di dashboard: tekan “Selesai” (isi aktual & residu).

  • Pelan lebih baik. Susu yang masuk terlalu cepat adalah penyebab gumoh paling umum. Perpanjang waktu mengalir.
  • Posisi tegak. Kepala lebih tinggi saat susu dan 30–60 menit sesudahnya. Hindari telentang datar atau mengayun keras.
  • Ganti popok sebelum susu, bukan sesudahnya, agar kaki tidak diangkat dan perut tidak tertekan.
  • Jangan menyusui saat bayi menangis keras. Tangisan menelan udara dan membuat perut kembung. Tenangkan dulu.
  • Sendawakan lembut sesudah susu (gendong tegak, usap/tepuk punggung pelan).
  • Keluarkan udara dari lambung bila diajarkan perawat: buka ujung selang dengan spuit tanpa pendorong, biarkan udara/ susu berlebih keluar.
  • Hindari popok/baju terlalu ketat di perut.
  • Volume & frekuensi: jika sering gumoh, tanyakan dokter apakah porsi perlu dibuat lebih kecil dan lebih sering. Jangan mengubah sendiri.
  • Susu dihangatkan merata, jangan terlalu dingin atau panas.
  • Catat gumoh di “Catatan Pintar” (jam, banyaknya, warna) untuk dilaporkan ke dokter.

  1. Hentikan susu dan klem selang.
  2. Miringkan kepala/badan bayi ke samping agar cairan keluar dari mulut, jangan telentang.
  3. Bersihkan mulut dan hidung dengan kain lembut.
  4. Jika bayi batuk keras, sesak, atau membiru: ke IGD segera (risiko cairan masuk ke paru).
  5. Jika bayi tenang, cek ulang posisi selang (tanda garis, mulut) sebelum memberi susu lagi. Tunda sampai bayi nyaman.
  6. Muntah berulang, muntah hijau/berdarah, atau perut keras: hubungi dokter.

  • Plester dilepas/diganti bila kotor atau longgar, geser posisi plester agar kulit pipi tidak lecet. Jangan menarik selang saat mengganti plester.
  • Pastikan selang tidak terjepit, tertekuk, atau tertarik tangan bayi (gunakan sarung tangan bayi bila perlu).
  • Bersihkan mulut dan bibir bayi, perhatikan luka atau kemerahan.
  • Spuit dan wadah susu dicuci dan dikeringkan setiap pemakaian, ikuti anjuran perawat untuk penggantian.
  • Ganti selang sesuai batas hari yang ditetapkan dokter. Dashboard menampilkan pengingat di kartu “Selang NGT”.
  • Selang yang lepas atau ditarik keluar: jangan dipasang kembali sendiri tanpa pelatihan. Hubungi perawat/dokter atau ke fasilitas kesehatan.